Pendidikan Dasar Kepramukaan

PENDIDIKAN DASAR KEPRAMUKAAN

Oleh : Akhmad Husni, S.Pd.,MM.

                

BAGIAN  I (PERTAMA)

PRAMUKA singkatan dari Praja Muda Karana, adalah organisasi tempat berkumpulnya anak-anak dari usia 4 Tahun sampai orang Dewasa, belajar, berkegiatan bersama dengan ikatan persaudaraan, sehingga dalam hubungan dan komunikasinya, mereka saling memanggil dengan panggilan Kakak dan Adik, kecuali untuk tingkatan pramuka yang paling awal, (tingkat Siaga) dengan panggilan Yanda, Bunda, dan Nanda.

Ada Tiga istilah pramuka yang perlu diketahui, yaitu; GERAKAN PRAMUKA,  PRAMUKA , dan  KEPRAMUKAAN, dimana;

GERAKAN PRAMUKA adalah Organisasi yang menghimpun orang-orang yang tergabung atau mengikuti kegiatan Pramuka. Selanjutnya PRAMUKA adalah orangnya, sehingga kita sering menyebutnya dengan kata anak Pramuka atau orang – orang Pramuka. Sedangkan KEPRAMUKAAN adalah Teknis pelaksanaan program  atau dapat disebut sebagai peraturan dalam Organisasi Pramuka.

Gerakan  Pramuka sebagai organisasi memiliki tingkatan dari yang paling dasar sampai yang paling tinggi dengan deskripsi tugas yang telah ditetapkan, sebagai berikut :

Organisasi yang paling dasar / terdepan, adalah GUGUS DEPAN disingkat GUDEP. Organisasi Pramuka tingkat ini biasanya ada di Sekolah/Madrasah, Kampus, dan juga di Kantor-Kantor. Gugus Depan adalah tempat berlatih dan berkaryanya para Pramuka untuk berbagai tingkatan Pramuka. Setelah Gugus Depan ada Organisasi Pramuka di atasnya, seperti Kordes (Koordinator Desa), namun sangat jarang ada,  Karena biasanya setelah organisasi Pramuka Gugus Depan, akan langsung ke KWARTIR RANTING disingkat KWARRAN, di Tingkat Kecamatan.

Selanjutnya di tingkat Kabupaten ada Organisasi Pramuka disebut KWARTIR CABANG  disingkat KWARCAB. Di tingkat Provinsi disebut KWARTIR DAERAH disingkat KWARDA, serta di tingkat Pusat/Nasional disebut KWARTIR NASIONAL disingkat KWARNAS.

Di setiap tingkat organisasi Pramuka, kepengurusannya terdiri dari tiga Pengurus/ Penanggungjawab; yaitu Majelis Pembimbing, Pengurus organisasi, dan Dewan Kerja. Sehingga secara berurutan ketiga pengurus ini dapat disebutkan, sebagai berikut :

Gurus Depan : Majelis Pembimbing, secara ex-officio/ otomatis adalah pimpinan lembaga tempat Gugus Depan berada atau berpangkalan. Jika di Gugus Depan (GUDEP) itu berada di sekolah, maka Kepala Sekolah langsung sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan disingkat KAMABIGUS, Selanjutnya Ketua Pengurus Gugus Depan dinamakan PEMBINA GUGUS DEPAN. Serta untuk pengurus pada tataran Peserta Pramuka disebut pimpinan/ Ketua sesuai tingkatan Pramuka (SIAGA, PENGGALANG, PENEGAK, dan PANDEGA),  sehingga ada Pimpinan/Ketua Perindukan Siaga, Ketua /Pimpinan Pasukan Penggalang, Ketua/Pimpinan Ambalan Penegak, dan Ketua/ Pimpinan Racana Pandega.

Secara rinci Pengurus –Pengurus tersebut dapat disebutkan sebagai berikut :

 

A. Majelis Pembimbing : (jabatan Ex-Officio / Otomatis)

MABIGUS –Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kepala Sekolah / Rektor / Ketua Institit atau Akademi)

MABIDES – Majelis Pembimbing Desa ( Kepala Desa / Lurah)

MABIRAN – Majelis Pembimbing Ranting ( Camat)

MABICAB – Majelis Pembimbing Cabang ( Bupati/ Wali Kota)

MABIDA – Majelis Pembimbing Daerah  ( Gubernur)

MABINAS – Majelis Pembimbing Nasional ( Presiden)

 

B. Pengurus Organiasasi Pramuka : Jabatan yang ditunjuk, diangkat atau dipilih oleh lembaga

Pembina Gugus Depan, bisa dijabat oleh seorang Guru/ Dosen yang diangkat untuk tugas itu

Koordinator Pramuka Desa, Pegawai Desa / Lurah

Kwartir Ranting – Tingkat Kecamatan – ditunjuk dari pegawai, guru, atau pejabat tingkat Kecamatan

Kwartir Cabang – pegawai kabupaten yang ditunjuk untuk tugas tersebut

Kwartir Daerah – Pegawai/ pejabat tingkat Provinsi yang diangkat untuk jabatan tersebut

Kwartir Nasional – Pejabat /pegawai tingkat pusat yang ditunjuk/ diangkat untuk tugas tersebut.

 

C. Organisasi Pramuka untuk para Pramuka / Peserta :

1) Tingkat Gugus Depan :

  • Ketua / pimpinan Perindukan Siaga, dengan panggilan SI SULUNG
  • Ketua / Pimpinan Pasukan Penggalang, dipanggil PRATAMA
  • Ketua / Pimpinan Ambalan Penegak, dipanggil  PRADANA
  • Ketua/ Pimpinan Racana Pandega, dipanggil KETUA

2) Tingkat Ranting/ Kecamatan: disebut DKR (Dewan Kerja Ranting)

3) Tingkat Cabang/ Kabupaten : disebut DKC (Dewan Kerja Cabang)

4) Tingkat Daerah/ Provinsi : disebut DKD (Dewan Kerja Daerah)

5) Tingkat Pusat/ Nasional : disebut DKN (Dewan Kerja Nasional).

————————————————————- ————————————————- ————————-

Selanjutnya, tentang PRAMUKA, dan  KEPRAMUKAAN… pada bagian SELANJUTNYA…….

Selamat Membaca semoga berkenan, dan bermanfaat………………………

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *