Gelar Budaya

GELAR BUDAYA NTB GEMILANG 2020  SMKN 1 BATUKLIANG UTARA

Oleh : Akhmad Husni, S.Pd.,MM.

Senin, 23 November 2020, adalah Hari Budaya NTB Gemilang. Hari Budaya tersebut juga dirayakan di SMK Negeri 1 Batukliang Utara, sebagaimana surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Kantor Dinas Dikbud NTB pada  Hari Budaya NTB Gemilang tahun 2020 ini, dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Expo-Produlk Inovasi SMK Se-Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dihadiri Bapak Gubernur NTB. Dalam acara tersebut ditampilkan 117 hasil produksi dan Inovasi SMK NTB. Selain itu juga dilakukan acara serah terima Hasil pembangunan DAK RPS SMK Se-NTB, yang diwakilkan oleh 14 SMK yang telah menyelesaikan pekerjaaan bangunannya mencapai 100%.

Di luar acara tersebut semua sekolah (SMA/SMK/SLB) yang menjadi binaan Dinas Dikbud Provinsi NTB, turut memeriahkan acara Gebyar Budaya NTB Gemilang di sekolah masing-masing. Di dalam acara tersebutkan diingatkan arti dari BUDAYA  sesungguhnya. Mengutif penjelasan   Kepala Bidang Kebudayaan Dinas DIKBUD NTB, kurang lebih yang dapat ditangkap sebgai berikut “ Yang dimaksudkan BUDAYA sesungguhnya bukanlah sebatas Kesenian-Kesenian saja, yang selama ini saat seseorang menggumamkan Budaya maka terbayanglah bentuk-bentuk Tarian, nyanyian. Sebetulnya BUDAYA itu tidak terbatas pada nari, ngecok, nyanyi saja, Namun jauh Budaya itu sesungguhnya adalah sesuatu yang baik, kebiasaan yang baik, aturan yang baik, tata cara yang baik, yang semua itu telah menjadi suatu kebiasaan yang baik. Gerakan Kebudayaan sesuai dengan kegiatan setiap hari.

 

 

Sebuah cerita : Budaya orang terdahulu, sebanranya mengurutkan penghormatan kepada orang-orang, yaitu Yang pertama sanat menghormati orang yang bijak, kedua menghormati orang pintar, selanjutnya ketiga menghormati orang kuat, urutan keempat menghormati orang yang berkuasa, dan terakhir kelima menghormati orang kaya. Namun saat ini urutan tersebut telah banyak berubah, karena kondisi ekonomi, politik dan lainnya, sehingga urutan penghormatan kepada orang Bijak menjadi posisi terakhir. Hal ini disebabkan karena orang pintar mau kaya, orang kuat mau kaya, orang berkuasa pun ini kaya dengan kekuasaannya, bahkan tidak jarang orang yang berilmu/alim pun saat terjun ke politik, ikut juga ingin kaya.

Sehingga pada kondisi posisi ekonomi yang kurang, akan muncul ungkapan pertanyaan yang menggambarkan kondisi tabi’at / kebiasaan, seperti ; (1) Apa kita makan hari ini ? untuk orang biasa, (2) Dimana kita makan ? untuk orang kalangan ekonomi menengah, dan (3) Siapa yang kita makan? Untuk orang yang jahat.

Selanjutnya, merenungkan beberapa pemahaman dan penjelasan Kebudayaan tersebut, di sekolah semua warga sekolah pada hari Budaya NTB Gemilang itu, mengenakan pakaian adat, sesuai daerah masing-masing, Kepala Sekolah memberikan penjelasan terkait budaya tersebut kepada warga sekolah untuk direnungkan, agar membuka wawasan warga sekolah betapa budaya sesungguhnya, sehingga saat Panggung Ekspresi ada di sekolah tentunya dapat dimanfaatkan untuk penampilan Budaya – Budaya yang dimaksudkan serta bagian budaya yang menjadi, hoby, kegemaran, dan minat warga yang selanjutnya di kreasikan dan di ekspresikan di hadapan warga sekolah atau di hadapan umum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *